Dalam rangka menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas) serta mencegah terjadinya gangguan kamtibmas pada malam hari, Satuan Lalu Lintas Polres Dompu melaksanakan kegiatan Blue Light Patrol dan Strong Point Malam, pada Selasa, 3 Februari 2026, mulai pukul 19.30 WITA hingga selesai.
Kegiatan patroli dilaksanakan oleh personel Turjawali Sat Lantas Polres Dompu di sejumlah titik strategis dan ruas jalan utama, di antaranya Jalan Lintas Sumbawa, Jalan Sultan Hasanudin, Jalan Majapahit, serta lokasi-lokasi keramaian masyarakat di wilayah Kota Dompu.
Kasat Lantas Polres Dompu IPTU I Komang Wahyu Purbayasari, S.H. menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran berlalu lintas.
“Blue Light Patrol dan Strong Point Malam ini merupakan upaya preventif untuk menghadirkan polisi lalu lintas di tengah masyarakat, sehingga dapat mencegah pelanggaran, menekan angka kecelakaan lalu lintas, serta menciptakan situasi arus lalu lintas yang aman dan lancar,” ujar IPTU Komang Wahyu.
Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan patroli, pengaturan arus lalu lintas, serta penjagaan di lokasi-lokasi yang rawan pelanggaran dan kecelakaan. Selain itu, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar senantiasa tertib berlalu lintas serta mensosialisasikan pentingnya keselamatan berkendara guna mewujudkan Kamseltibcar Lantas yang Presisi.
Kegiatan ini melibatkan 4 (empat) personel, yakni BRIPKA I Made Wikrama, BRIGPOL Jalaludin, BRIPDA Zulyadaen, dan BRIPDA Muarif Azkia M. Sahlin.
Sementara itu, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika, memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Kapolres Dompu mengapresiasi jajaran Sat Lantas yang konsisten melaksanakan patroli malam hari. Kehadiran polisi lalu lintas di lapangan diharapkan mampu mencegah terjadinya gangguan kamtibmas dan tindak pidana, sekaligus meningkatkan disiplin berlalu lintas masyarakat,” jelas IPTU Nyoman.
Secara umum, selama kegiatan berlangsung, situasi arus lalu lintas terpantau lancar, aman, dan kondusif. Kegiatan berjalan tertib dan terkendali hingga selesai.
Berita Terkait
Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.