Satuan Lalu Lintas Polres Dompu melaksanakan kegiatan Strong Point Siang dalam rangka menjaga kelancaran arus lalu lintas dan menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, serta kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas) yang Presisi, pada Sabtu (17/01/2026) mulai pukul 11.00 Wita hingga selesai.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh anggota Turjawali Sat Lantas Polres Dompu di Jalan Lintas Sumbawa–Dompu, yang merupakan salah satu titik rawan pelanggaran dan kepadatan arus lalu lintas.
Adapun personel yang terlibat dalam kegiatan tersebut yakni Brigadir Joni Sumarsono dan Bripda Lalu Muhammad Lutfi Ramdhani.
Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pengaturan arus lalu lintas, penjagaan keamanan di lokasi rawan pelanggaran, serta memberikan imbauan kepada para pengguna jalan agar selalu tertib berlalu lintas. Selain itu, petugas juga melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat guna menanamkan kesadaran, kepedulian, dan kepekaan terhadap pentingnya tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama.
Kasat Lantas Polres Dompu IPTU I Komang Wahyu Purbayasari, S.H. menjelaskan bahwa kegiatan Strong Point Siang merupakan agenda rutin yang dilaksanakan Sat Lantas Polres Dompu sebagai upaya preventif dalam menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat pengguna jalan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat agar selalu tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama,” ujar IPTU Wahyu.
Melalui kegiatan Strong Point Siang ini, berhasil tercipta situasi Kamseltibcar Lantas yang aman dan berkeselamatan, meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, serta hadirnya personel Polri di lapangan yang mampu mencegah potensi gangguan kamtibmas maupun tindak pidana di sekitar lokasi kegiatan.
Sementara itu, Kapolres Dompu melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika menyampaikan bahwa kehadiran personel Sat Lantas di lapangan merupakan bentuk nyata pelayanan Polri kepada masyarakat.
“Strong Point ini merupakan wujud komitmen Polres Dompu dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, khususnya dalam menjaga keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas. Dengan kehadiran polisi di jalan, diharapkan dapat meminimalisir pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas,” ungkap IPTU Nyoman.
Seluruh rangkaian kegiatan Strong Point Siang Sat Lantas Polres Dompu berjalan dengan aman, tertib, dan terkendali. Situasi arus lalu lintas terpantau lancar serta kondusif.
Berita Terkait
Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.