Kota Bima, NTB (19 Januari 2026) – Dalam rangka menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, Gabungan Piket Fungsi Polsek Rasanae Barat Polres Bima Kota melaksanakan Patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), Sabtu malam (17/1/2026).
Kegiatan Patroli KRYD tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 17 Januari 2026, mulai pukul 21.00 Wita, dipimpin langsung oleh Kapolsek Rasanae Barat AKP Suratno, didampingi Kanit Reskrim IPDA Muhammad Hilir, S.H.
Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K., M.Si melalui Kapolsek Rasanae Barat AKP Suratno menjelaskan, patroli KRYD dilaksanakan sebagai langkah preventif untuk memelihara dan menciptakan situasi kamtibmas yang aman, sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan dan tindak kriminalitas di wilayah hukum Polsek Rasanae Barat.
“Patroli ini menyasar berbagai potensi gangguan kamtibmas seperti begal, premanisme, kejahatan 3C (curat, curas, dan curanmor), tawuran pemuda, balap liar, panah misterius, jambret, peredaran minuman keras, serta pelanggaran ketertiban umum lainnya,” jelas Kapolsek.
Dalam pelaksanaannya, pada pukul 21.25 Wita, personel Patroli KRYD menuju Jalan Baru Padolo 2, Kelurahan Paruga. Di lokasi tersebut, petugas melakukan pengecekan terhadap pedagang kaki lima milik saudara Hengki dan berhasil mengamankan satu botol besar minuman keras jenis brem.
Selanjutnya, pada pukul 21.35 Wita, Tim Patroli KRYD/Blue Light Gabungan Piket Fungsi Regu I Polsek Rasanae Barat melanjutkan patroli ke Pasar Amahami. Petugas berhasil mengamankan minuman keras jenis arak Bali sebanyak 250 botol dan minuman keras jenis Bir Bintang sebanyak 108 botol milik saudara Syaiful (60), warga RT 04 RW 02 Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Seluruh barang bukti tersebut langsung diamankan ke Mapolsek Rasanae Barat.
Kemudian pada pukul 21.50 Wita, Tim Patroli KRYD/Blue Light melanjutkan kegiatan ke Terminal Dara. Di lokasi tersebut, petugas kembali mengamankan minuman keras jenis arak Bali sebanyak 12 botol milik saudara Juragan, serta 14 botol arak Bali dari pedagang kaki lima milik saudari Linda, warga Kelurahan Dara.
Seluruh barang bukti minuman keras yang berhasil diamankan dalam kegiatan tersebut telah dibawa dan disimpan di Mapolsek Rasanae Barat untuk proses lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
Kapolsek Rasanae Barat menegaskan bahwa kegiatan Patroli KRYD akan terus ditingkatkan sebagai upaya Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus menekan peredaran minuman keras yang kerap menjadi pemicu terjadinya tindak kriminal dan gangguan kamtibmas.
Berita Terkait
Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.