Dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional menuju Indonesia Emas 2045, Polsek Kempo melalui Bhabinkamtibmas (BKTM) Desa Tolokalo melaksanakan kegiatan pemantauan lahan jagung milik warga binaan di wilayah Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 18 Januari 2026, mulai pukul 16.20 WITA hingga selesai, bertempat di Dusun Kesi, Desa Tolokalo, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu.
Pemantauan dilakukan oleh BKTM Desa Tolokalo Polsek Kempo, BRIPKA Mahsup, terhadap lahan jagung seluas 1 hektar milik Bapak Sumar Ali (33 tahun). Jagung yang ditanam merupakan varietas hibrida merk ADV JAGO, dengan umur tanaman memasuki 57 hari, dan direncanakan memasuki masa panen pada bulan Maret 2026, dengan estimasi hasil panen mencapai ±9 ton.
Dalam kegiatan tersebut, BKTM tidak hanya melakukan pemantauan pertumbuhan tanaman, namun juga memberikan motivasi dan semangat kepada pemilik lahan agar terus berinovasi dalam memanfaatkan lahan pertanian maupun pekarangan yang ada.
Kapolsek Kempo IPTU Agustamin, S.H. menyampaikan apresiasi atas kinerja Bhabinkamtibmas yang dinilai berhasil merangkul warga binaan dan membangun hubungan kemitraan yang baik di desa binaan.
“Keberhasilan Bhabinkamtibmas dalam mendampingi dan merangkul warga binaan merupakan kunci utama dalam mendukung program ketahanan pangan. Kinerja yang ditunjukkan BRIPKA Mahsup mencerminkan dedikasi dan tanggung jawab Polri dalam hadir serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di desa binaan,” ungkap IPTU Agustamin.
Sementara itu, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika, memberikan tanggapan positif atas peran aktif jajaran Polsek Kempo.
“Kapolres Dompu mengapresiasi peran Bhabinkamtibmas Polsek Kempo yang berhasil merangkul warga binaan menjadi mitra Polri. Pendampingan yang berkelanjutan ini merupakan bentuk keberhasilan Polri dalam membina masyarakat, sekaligus mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan nasional,” jelas IPTU Nyoman.
Secara keseluruhan, kegiatan pemantauan lahan jagung tersebut berjalan aman, tertib, dan lancar, serta diharapkan mampu memberikan kontribusi positif dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah hukum Polsek Kempo.
Berita Terkait
Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.