Dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045, Bhabinkamtibmas Polsek Kilo melaksanakan kegiatan pemantauan lahan pertanian jagung milik warga binaan di wilayah Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 30 Januari 2026, mulai pukul 09.00 Wita hingga selesai, bertempat di Dusun Soridungga, Desa Mbuju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu.
Pemantauan lahan dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Mbuju Polsek Kilo, Aipda Dimas Sanjaya Putra, terhadap lahan jagung milik Bapak Edi Hamid (40 tahun) dengan luas lahan 1 hektar. Jagung yang ditanam merupakan varietas ADV Jago, saat ini memasuki umur tanaman 40 hari, dengan estimasi hasil panen mencapai ±9 ton.
Dalam kegiatan tersebut, Aipda Dimas Sanjaya Putra menyampaikan motivasi dan semangat kepada pemilik lahan agar terus meningkatkan produktivitas pertanian serta memanfaatkan lahan secara optimal.
“Kami mendorong petani untuk terus berinovasi dalam mengelola pertanian, termasuk memanfaatkan lahan pekarangan yang tersedia. Selain itu, kami mengimbau agar selalu berkoordinasi dengan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) apabila mengalami kendala teknis maupun kesulitan memperoleh sarana dan prasarana pertanian,” ujar Aipda Dimas.
Sementara itu, Kapolsek Kilo IPTU Rusnadin, S.H. menyampaikan bahwa kegiatan pemantauan lahan pertanian ini merupakan bentuk dukungan nyata Polri terhadap program pemerintah di bidang ketahanan pangan.
“Polsek Kilo berkomitmen mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional melalui pendampingan dan pemantauan langsung kepada petani. Kehadiran Bhabinkamtibmas diharapkan dapat memberikan rasa aman, motivasi, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelas IPTU Rusnadin.
Terpisah, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh jajaran Polsek Kilo.
“Kapolres Dompu memberikan apresiasi atas peran aktif Bhabinkamtibmas dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi Polri dengan masyarakat dalam upaya meningkatkan perekonomian serta menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah Kabupaten Dompu,” ungkap IPTU Nyoman.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar, serta mendapat respon positif dari masyarakat setempat.
Berita Terkait
Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.