Terkini

Petani Ombe Baru Keluhkan Debit Air Tak Stabil dan Banjir, BWS NTB 1 Tawarkan Solusi

×

Petani Ombe Baru Keluhkan Debit Air Tak Stabil dan Banjir, BWS NTB 1 Tawarkan Solusi

Sebarkan artikel ini
Musyawarah Pengelolaan Air untuk Pertanian Berkelanjutan

Kediri, Lombok Barat, NTB – Musyawarah pengelolaan air (P2A) diadakan di Sekretariat P3A Beriuk Pacu Dusun Dasan Tebu, Desa Ombe Baru, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, pada Rabu (15 Mei 2024) dari pukul 09.00 WITA hingga selesai.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Kepala Unit PTGA BWS (Balai Wilayah Sungai) Nusa Tenggara 1 NTB Lalu Siswadi, ST, MT dan staf, Kepala Pengairan Kediri Ibu Ida, Sekdes Ombe Baru Bapak Khaerudin, Ketua P3A Beriuk Pacu Dusun Dasan Tebu Bapak Nasri, dan Kelompok Tani P3A IG (Induk Gabungan) Pengguna Air Desa Ombe Baru.

Bhabinkamtibmas Desa Ombe Baru, Aipda Khairul Iman dan Babinsa Ombe Baru, Pelda Sudirman, turut hadir sebagai pelaksana kegiatan.

READ  Harga Beras dan Kebutuhan Pokok Diperiksa, Camat dan Kapolsek Labuapi Sidak Pasar Tradisional

Musyawarah ini bertujuan untuk membahas kendala dan tata cara pengelolaan air bagi petani di Desa Ombe Baru. Bhabinkamtibmas dan Babinsa menyampaikan keluhan petani terkait debit air yang tidak stabil, masalah sungai yang sering banjir, dan kebutuhan pompa air untuk meningkatkan hasil panen.

Kepala Unit PTGA BWS NTB 1, Lalu Siswadi, menyampaikan tentang pentingnya akan hal ini, yang berkelanjutan dan terintegrasi.

“Penting bagi semua pihak untuk bekerja sama dalam mengelola air dengan baik, agar terhindar dari kekeringan, banjir, dan pencemaran air,” ujar Siswadi.

Ia juga menjelaskan tentang program-program PTGA BWS NTB 1 yang dapat membantu petani dalam mengatasi kendala pengelolaan air.

Diskusi yang lively terjadi selama musyawarah, dengan para petani dan stakeholder lainnya saling bertukar informasi dan solusi.

READ  Deklarasi Pemilu Damai oleh HMI Cabang Selong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *