Lombok Barat, NTB – Upaya menanamkan disiplin berlalu lintas sejak usia dini terus digencarkan oleh jajaran Kepolisian Resor Lombok Barat. Pada Selasa pagi, 10 Februari 2026, suasana Lapangan Satpas Polres Lombok Barat tampak berbeda dari biasanya. Ratusan keceriaan terpancar dari wajah siswa-siswi TK Widya Kumara yang hadir dalam kegiatan Polisi Sahabat Anak (Polsanak).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian strategis Operasi Keselamatan Rinjani 2026. Fokus utamanya bukan sekadar sosialisasi formal, melainkan membangun kedekatan emosional antara aparat kepolisian dengan anak-anak, sekaligus memperkenalkan fondasi keselamatan jalan raya dengan cara yang menyenangkan dan edukatif.
Edukasi Rambu Lalu Lintas dengan Pendekatan Humanis
Sejak pukul 08.30 WITA, personel dari Unit Kamsel Sat. Lantas Polres Lombok Barat telah bersiap menyambut kehadiran para tunas bangsa tersebut. Dalam kegiatan ini, anak-anak diajak untuk mengenali berbagai rambu lalu lintas, mulai dari arti warna lampu pengatur lalu lintas hingga tanda-tanda larangan dan perintah yang sering dijumpai di jalan raya.
Kapolres Lombok Barat, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Lantas Polres Lombok Barat, Iptu Anton Prasetya Wijaya, S.Tr.K., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa memori masa kecil adalah waktu terbaik untuk membentuk karakter sadar hukum. Menurutnya, pemahaman mengenai Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcar Lantas) harus dimulai dari lingkungan terkecil dan usia sedini mungkin.
“Kami ingin mengubah stigma bahwa polisi adalah sosok yang menakutkan bagi anak-anak. Melalui program Polsanak ini, kami hadir sebagai sahabat yang memberikan motivasi agar mereka semangat bersekolah dan belajar,” ujar Iptu Anton Prasetya Wijaya saat memberikan keterangan di sela-sela kegiatan.
Membangun Karakter Generasi Emas Melalui Operasi Keselamatan
Pelaksanaan Operasi Keselamatan Rinjani 2026 memang tidak hanya menyasar pada penegakan hukum di jalan raya terhadap pelanggar dewasa, tetapi juga pada aspek preventif dan edukatif. Kehadiran TK Widya Kumara di markas kepolisian ini diharapkan mampu memberikan pengalaman langsung (experiential learning) bagi para siswa mengenai tugas-tugas kepolisian di lapangan.
Iptu Anton menambahkan bahwa kehadiran Polri di tengah elemen masyarakat, termasuk anak-anak, merupakan bentuk nyata dari pelayanan prima. Beliau menekankan bahwa edukasi ini bertujuan jangka panjang agar saat mereka dewasa nanti, kesadaran untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain di jalan raya sudah menjadi gaya hidup, bukan lagi paksaan.
“Kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi antara kepolisian dengan instansi pendidikan. Kami memberikan semangat kepada anak-anak agar mereka memiliki cita-cita yang tinggi dan memahami bahwa aturan dibuat untuk melindungi, bukan untuk membatasi,” tambah Kasat Lantas dengan nada optimis.
Sinergi Polri dan Masyarakat dalam Kamseltibcar Lantas
Selama kegiatan berlangsung, para personel Unit Kamsel menggunakan metode bermain sambil belajar. Anak-anak tampak antusias ketika diajak berinteraksi langsung dengan sarana prasarana yang ada di Satpas Polres Lombok Barat. Materi yang disampaikan dikemas secara sederhana agar mudah dicerna oleh anak usia dini, namun tetap mengandung esensi pentingnya keselamatan.
Hingga berakhirnya acara, kegiatan Polsanak ini berjalan dengan tertib dan lancar. Pihak Polres Lombok Barat berharap melalui langkah kecil ini, pesan-pesan keselamatan dapat tersampaikan hingga ke lingkungan keluarga melalui cerita anak-anak kepada orang tua mereka di rumah. Dengan demikian, cakupan edukasi Operasi Keselamatan Rinjani 2026 dapat meluas secara organik di seluruh lapisan masyarakat Lombok Barat.











