Berita  

Polairud Polres Lombok Barat Amankan Wisata Senggigi

Pengamanan Ketat Pantai Batu Layar Pasca Tahun Baru

Lombok Barat, NTB – Memasuki akhir pekan pertama pasca perayaan pergantian tahun baru 2026, kawasan wisata pesisir di Kabupaten Lombok Barat masih menjadi magnet utama bagi masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara. Guna memastikan keamanan dan kenyamanan para pengunjung, Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Lombok Barat menyiagakan personel secara intensif di sepanjang garis pantai Kecamatan Batu Layar pada Minggu, 4 Januari 2026.

Langkah preventif ini diambil mengingat volume pengunjung yang tetap tinggi meskipun euforia malam tahun baru telah berlalu. Fokus pengamanan dipusatkan pada titik-titik keramaian utama seperti Pantai Duduk, Pantai Kerandangan, hingga ikon wisata Lombok Barat, Pantai Senggigi. Petugas kepolisian tampak bersiaga sejak pagi hari untuk memantau setiap aktivitas masyarakat di bibir pantai maupun mereka yang berenang di perairan.

Patroli Intensif dan Imbauan Keselamatan Perairan

Dalam pelaksanaan tugas di lapangan, personel Sat Polairud menggunakan sarana kapal patroli Crew KP XXI-2003 untuk menyisir area perairan. Selain melakukan pengawasan secara visual, petugas juga aktif menjalin komunikasi dengan para pengunjung. Hal ini dilakukan demi meminimalisir risiko kecelakaan laut (laka laut) yang kerap mengintai saat terjadi lonjakan pengunjung di objek wisata air.

Kasat Polairud Polres Lombok Barat, AKP L. Nursidi, menegaskan bahwa kehadiran anggota Polri di lapangan bukan hanya untuk sekadar berjaga, melainkan untuk memberikan rasa aman yang nyata melalui interaksi langsung. Pihaknya menitikberatkan pada pemberian edukasi mengenai batas aman berenang, terutama bagi keluarga yang membawa anak-anak kecil ke area pantai.

“Kami mengerahkan anggota untuk melaksanakan himbauan secara langsung kepada seluruh pengunjung yang sedang melakukan aktivitas mandi di laut. Kami ingatkan agar tidak terlalu ke tengah demi keselamatan mereka sendiri, mengingat kondisi arus bawah laut terkadang sulit diprediksi,” ujar AKP L. Nursidi saat memberikan keterangan resminya pada Minggu (04/01).

AKP L. Nursidi menambahkan bahwa kepatuhan masyarakat terhadap arahan petugas merupakan kunci utama dalam menjaga kondusivitas di tempat wisata. Berdasarkan pantauan di lapangan, situasi pengunjung memang terlihat sangat ramai, namun berkat pendekatan yang persuasif, masyarakat cenderung mengikuti arahan keselamatan yang diberikan oleh petugas kepolisian.

Kondisi Cuaca dan Mitigasi Risiko Kecelakaan Laut

Selain faktor kelalaian manusia, faktor alam juga menjadi perhatian serius bagi Sat Polairud Polres Lombok Barat. Berdasarkan data teknis yang dihimpun selama kegiatan pengamanan, kondisi cuaca di perairan Senggigi dan sekitarnya dilaporkan cukup bersahabat. Status cuaca terpantau cerah dengan kecepatan angin berkisar antara 3 hingga 9 knot.

Meskipun kondisi air laut sedang pasang, ketinggian gelombang terpantau tetap landai dan aman untuk aktivitas wisata. Kendati demikian, AKP L. Nursidi tetap mengimbau agar kewaspadaan tidak boleh kendor sedikit pun. Keadaan laut yang terlihat tenang di permukaan seringkali menipu, sehingga pengawasan mandiri dari orang tua terhadap anak-anak tetap menjadi hal yang utama di samping pengawasan dari petugas.

“Secara keseluruhan, situasi di lapangan hingga sore hari terpantau aman dan terkendali. Kami bersyukur tidak ada laporan mengenai kejadian atau kecelakaan laut yang menonjol. Namun, anggota tetap kami siagakan di titik-titik rawan hingga aktivitas masyarakat benar-benar mereda,” lanjut AKP L. Nursidi.

Dukungan Keamanan untuk Pemulihan Pariwisata

Kehadiran Sat Polairud dalam mengamankan destinasi wisata di awal tahun 2026 ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung sektor pariwisata di Kabupaten Lombok Barat. Keamanan yang terjamin diharapkan mampu menjaga citra positif Lombok sebagai destinasi wisata yang ramah dan aman bagi siapa saja. Kerjasama antara kepolisian, pengelola wisata, dan pengunjung menjadi fondasi kuat dalam menciptakan ekosistem wisata yang sehat.

Pengamanan di Pantai Duduk, Kerandangan, dan Senggigi ini direncanakan akan terus dilakukan secara berkala, terutama pada hari libur nasional atau akhir pekan saat kunjungan wisatawan meningkat tajam. Dengan adanya patroli rutin dari Crew KP XXI-2003, diharapkan potensi gangguan keamanan maupun risiko keselamatan dapat ditekan sedini mungkin. Hingga berita ini diturunkan, aktivitas wisata di sepanjang pesisir Batu Layar berjalan normal dengan pengawasan ketat dari aparat berwenang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *