Jembatan Sekotim Ambruk, Akses Warga Lembar Terputus

Lombok Barat, NTB – Derasnya intensitas curah hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Lembar sejak Sabtu hingga Senin pagi (23/2/2026), mengakibatkan jembatan penghubung utama di Desa Sekotong Timur (Sekotim), Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, ambruk. Jembatan yang menghubungkan Dusun Kambeng Barat dan Kambeng Timur tersebut kini tidak lagi dapat dilalui masyarakat.

 

Informasi awal diterima sekitar pukul 09.30 Wita. Jembatan dengan panjang kurang lebih 10 meter dan lebar sekitar 5 meter itu dilaporkan roboh akibat erosi hebat pada bagian pondasi yang tidak mampu menahan derasnya arus sungai. Peristiwa ambruknya jembatan diperkirakan terjadi sekitar pukul 07.00 Wita.

 

Kepala Desa Sekotim, H. Marwan Hakim, S.H., yang turun langsung ke lokasi bersama Camat Lembar, menjelaskan, “kondisi pondasi jembatan sebelumnya memang sudah mengalami keretakan dan ambles saat musim hujan terdahulu. Upaya penguatan dengan pemasangan beronjong di sisi kanan dan kiri jembatan pada tahun 2024 telah dilakukan, namun derasnya arus air saat cuaca ekstrem kali ini menyebabkan struktur pondasi terkikis hingga akhirnya roboh,” Ujarnya.

 

Sertu Dewe Made Artha Yasa, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Sekotim, Koramil 1606-04/Gerung menambahkan, “Jembatan tersebut selama ini menjadi akses vital yang mempercepat mobilitas warga menuju jalur Lembar–Gerung serta akses ke Desa Mareje Timur dan Kabupaten Lombok Tengah. Kini masyarakat terpaksa memutar melalui Desa Mareje dengan jarak tempuh yang lebih jauh.” Jelasnya.

 

“Menanggapi situasi tersebut, kami bersama personel piket Polsek Lembar bersama Bhabinkamtibmas dan bergerak cepat menuju lokasi untuk mengamankan area.” Tambahnya.

 

Aparat bersama pemerintah desa memasang bambu pembatas dan memberikan imbauan kepada warga agar tidak mendekati lokasi jembatan demi mencegah potensi bahaya susulan.

 

Babinkamtibmas Aipda Saiful, yang turut meninjau lokasi tersebut menuturkan, “Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian materiil diperkirakan cukup signifikan, mengingat jembatan tersebut merupakan jalur penghubung utama masyarakat,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *