Berita  

Dukung Kemandirian Pangan, Bhabinkamtibmas Desa Langam Edukasi Petani Manfaatkan Lahan Kosong

Sumbawa Besar, NTB — Personel Bhabinkamtibmas Polsek Lape jajaran Polres Sumbawa terus mengintensifkan kegiatan sambang desa guna memperkuat sinergitas dengan masyarakat agraris. Pada Senin pagi (09/02/2026) sekitar pukul 09.45 WITA, Bhabinkamtibmas Desa Langam, Aiptu Hardiyanto, melaksanakan patroli dialogis di kawasan pertanian Orong Sepang, Desa Langam, Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa.

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H.,S.I.I.K, melalui Kapolsek Lape Iptu Sumarlin, S.H., menegaskan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas di area produktif merupakan bentuk pendampingan Polri dalam menjaga stabilitas ekonomi warga desa. “Kehadiran personel di tengah para petani bertujuan untuk memastikan situasi Kamtibmas tetap kondusif serta memberikan motivasi berkelanjutan. Kami mendorong warga binaan untuk lebih kreatif dalam mengelola lahan, sehingga potensi pertanian yang ada dapat dioptimalkan tidak hanya untuk komoditas utama, tetapi juga untuk mendukung ketahanan pangan keluarga secara mandiri,” ujar Kapolsek.

Dalam kegiatan tersebut, Aiptu Hardiyanto menemui salah seorang petani setempat bernama Husni Tamrin yang saat itu sedang merawat tanaman padinya. Selain memantau situasi keamanan di area persawahan, Bhabinkamtibmas juga memberikan edukasi dan saran teknis mengenai pemanfaatan lahan-lahan kosong di sekitar pematang atau sela-sela kebun.

Petugas menghimbau agar warga mulai mencoba menanam tanaman hortikultura seperti cabai, tomat, terong, hingga kacang panjang di lahan sisa yang tersedia. Langkah ini dinilai sangat strategis untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dapur sehari-hari secara mandiri, sekaligus dapat menjadi nilai tambah ekonomi bagi keluarga petani di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.

Hasil dari kegiatan sambang ini menunjukkan respon positif dari masyarakat. Kehadiran aktif Polri di wilayah perladangan membuat para petani merasa lebih terayomi dan aman dari potensi gangguan keamanan, seperti pencurian hasil bumi maupun sengketa lahan. Melalui edukasi yang diberikan, diharapkan kesadaran masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional dari tingkat keluarga dapat terus meningkat. (MA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *