Berita  

Bhabinkamtibmas Labuapi Edukasi Warga Kelola Pekarangan Bergizi

Transformasi Lahan Terbengkalai Jadi Sumber Pangan di Desa Bengkel

Lombok Barat, NTB – Pemerintah terus memperkuat pilar ketahanan pangan nasional melalui berbagai inisiatif di tingkat akar rumput. Di Kabupaten Lombok Barat, upaya ini diimplementasikan secara nyata oleh jajaran kepolisian melalui pendampingan masyarakat dalam memaksimalkan potensi sumber daya lokal. Salah satu langkah konkret ditunjukkan oleh personel Bhabinkamtibmas Desa Bengkel yang melakukan pemantauan dan edukasi langsung terhadap pemanfaatan lahan pekarangan rumah warga pada Jumat (30/1).

Langkah proaktif ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk mendukung penuh visi pemerintah dalam mencapai swasembada pangan bergizi. Dengan menyasar sektor rumah tangga, diharapkan kemandirian pangan tidak hanya menjadi wacana makro, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kecil melalui ketersediaan bahan pangan yang segar, sehat, dan ekonomis di halaman rumah sendiri.

Apresiasi Terhadap Kemandirian Pangan Masyarakat Desa

Kunjungan yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Bengkel kali ini tidak sekadar menjadi rutinitas pengawasan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), melainkan menjadi ajang pemberian apresiasi. Petugas memberikan penghargaan secara lisan dan dukungan moril kepada warga yang telah proaktif mentransformasi lahan kosong yang sebelumnya terbengkalai menjadi “pekarangan bergizi” yang sangat produktif.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui Kapolsek Labuapi, Iptu I Nyoman Rudi Santosa, menegaskan bahwa peran kepolisian saat ini juga mencakup akselerator ekonomi masyarakat. Menurutnya, keberhasilan warga dalam mengelola lahan secara mandiri merupakan bukti bahwa kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan mulai tumbuh secara organik di tingkat desa.

“Kami sangat mengapresiasi semangat warga Desa Bengkel yang dengan penuh inisiatif telah menyulap lahan terbatas mereka menjadi sumber pangan. Ini adalah bentuk nyata dari kemandirian yang kita harapkan. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa motivasi warga tetap terjaga dan bahkan menular kepada warga lainnya demi memperkuat stabilitas ekonomi keluarga,” ujar Iptu I Nyoman Rudi Santosa dalam keterangan resminya.

Inovasi Media Tanam di Lahan Terbatas

Salah satu poin yang menonjol dalam monitoring lapangan tersebut adalah kreativitas warga dalam mengatasi keterbatasan lahan. Meskipun berada di area pemukiman yang cukup padat, warga Desa Bengkel mampu menunjukkan bahwa ruang sempit bukanlah penghalang untuk bertani. Penggunaan teknik pertanian perkotaan (urban farming) menjadi solusi yang sangat efektif dalam konteks ini.

Berdasarkan hasil dokumentasi dan pantauan langsung, warga menggunakan sistem rak bertingkat atau vertikultur serta media polibag yang tertata rapi. Penggunaan rak kayu atau besi memungkinkan penanaman dalam jumlah banyak tanpa memerlukan area tanah yang luas. Berbagai bibit tanaman hortikultura terlihat tumbuh subur, menunjukkan bahwa perawatan yang intensif dan pengetahuan teknis yang memadai telah diterapkan oleh warga setempat.

Pemanfaatan media tanam polibag juga dinilai sangat fleksibel karena mudah dipindahkan dan tidak memerlukan pengolahan tanah yang berat. Hal ini membuktikan bahwa program ketahanan pangan nasional bisa diadopsi oleh siapa saja, termasuk masyarakat yang tinggal di lingkungan perumahan dengan sisa lahan minimalis sekalipun.

Mendorong Diversifikasi Komoditas Hortikultura

Selain memberikan apresiasi, personel Bhabinkamtibmas juga berperan sebagai motivator untuk mendorong diversifikasi tanaman. Warga diingatkan untuk tidak terpaku pada satu jenis komoditas saja. Dalam dialog hangat di kediaman warga, petugas menyarankan penanaman varietas yang beragam seperti cabai rawit, tomat, sawi, kangkung, hingga tanaman obat keluarga (TOGA).

Diversifikasi ini dianggap krusial mengingat fluktuasi harga kebutuhan pokok di pasar, terutama cabai dan tomat, seringkali menjadi pemicu inflasi di tingkat daerah. Dengan menanam sendiri komoditas tersebut, beban pengeluaran rumah tangga dapat ditekan secara signifikan. Lebih jauh lagi, ketersediaan sayuran segar yang ditanam secara organik tanpa pestisida kimia berlebih tentunya akan meningkatkan kualitas kesehatan bagi keluarga yang mengonsumsinya.

“Kami terus mendorong warga agar tidak hanya menanam satu jenis sayuran. Dengan keberagaman bibit yang ditanam, kebutuhan dapur bisa terpenuhi secara mandiri tanpa harus selalu bergantung pada pasar. Jika hasil produksinya melimpah, ini tentu memiliki nilai ekonomis lebih yang bisa dijual atau setidaknya dibagikan kepada tetangga sebagai bentuk penguatan solidaritas sosial di desa,” tambah Iptu I Nyoman Rudi Santosa.

Menuju Stabilitas Ekonomi dan Ketahanan Nasional

Inisiatif yang dilakukan di Desa Bengkel ini diharapkan menjadi pemantik bagi gerakan yang lebih luas di seluruh wilayah hukum Polsek Labuapi. Kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga memberikan solusi nyata atas tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat pasca-dinamika global yang mempengaruhi harga pangan.

Pemerintah meyakini bahwa ketahanan pangan nasional yang kokoh dimulai dari ketahanan pangan di tingkat terkecil, yaitu keluarga. Dengan pemanfaatan setiap jengkal lahan yang tersedia, masyarakat Desa Bengkel telah berkontribusi pada pencapaian visi besar Indonesia dalam menciptakan kedaulatan pangan. Sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat ini diharapkan terus berlanjut guna menciptakan ekosistem pertanian mandiri yang berkelanjutan bagi masa depan generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *